Melihat Lebih Dekat Museum Situs Kepurbakalaan Banten

Berdiri diatas tanah seluas 10.000 merter persegi, museum situs kepurbakalaan Banten berdiri pada tahun 1984, lalu diresmikan oleh Prof. Dr. Haryati Soebadjio pada juli 1985 yang pada saat itu menjabat sebagai Dirjen kebudayaan.

Museum tersebut menyimpan aneka bebda arkeologis, mata uang lama dan peninggalan etnik serta keramik. Awalnya museum ini didirikan untuk menyelamatkan dan merawat berbagai jenis artefak hasil penelitian yang dilakukan sejak tahun 1970-an di kawasan Banten Lama, yang berasal dari masa pemerintahan Banten di masa silam.

Di kawasan museum situs kepurbakalaan Banten juga terdapat meriam Ki Amuk yang diletakkan di atas pondasi bertingkat dua. Pondasi tersebut berupa bata yang disusun dengan rapi.

Di sebelah kanan bangunan museum terdapat sebuah petak berlantai semen berpagar rantai keliling, dimana diatasnya diletakkan batu besar berbentuk datar, dikelilingi umpak dan bekas bangunan dari zaman kesultanan Banten.

Pada sisi yang lain, tampak pula watugilang yang konon pada zaman dahulu digunakan sebagai tempat pentahbisan sultan Banten. Watugilang adalah batu andesit berukuruan 190 x 121 cm dengan ketebalan 16,5 cm. Batu ini berasal dari kerajaan Padjajaran yang dilakukan Banten pada 1579 M.

Di dalam museum juga menyimpan arca Nandi berukuran cukup besar, namun bagian kepalanya sudah rusak. Keberadaan patung di dalam museum ini memberikan bukti bahwa pengaruh kebudayaan Hindu juga cukup kental di wilayah Banten lama.

Pada Latar belakang arca terdapat tulisan yang menjadi salah satu bukti bahwa Banten Lama telah melewati beberapa peradaban, mulai dari peradaban prasejarah, peradaban Hindu Budha dan peradaban Islam sekitar abad 16 Masehi.

Museum situs kepurbakalaan Banten juga menyimpan gerabah dan keramik yang merupakan artefak hasil penggalian arkeologi di tempat bekas kerajaan. Sebagian koleksi gerabah dan keramik kuno tersebut terlihat tidak utuh lagi.

Terdapat pula keramik asing yang ditemukan di Banten yang berasal dari China, Jepang, Vietnam, Timur Tengah dan Eropa. Keberadaan artefak tersebut membuktikan bahwa di masa lalu Banten Lama pernah menjadi tempat perdagangan yang dikunjungi oleh berbagai macam bangsa.

Fasilitas Di Museum Situs Kepurbakalaan Banten

Selama di dalam kawasan museum pengunjung akan dilayani dan dipandu oleh petugas museum. Khusus untuk pengunjung rombongan, akan mendapatkan informasi terkait dengan sejarah kesultanan Banten dan kawasan Banten Lama di ruang audiovisual, sebelum memasuki ruang pamer. Selain ruang pamer tetap, museum ini juga dilengkapi dengan ruang pameran temporer, ruang pertemuan kapasitas 60 orang, camping ground dan lapangan parkir yang cukup luas.

Bagi anda yang memiliki keperluan akan penelitian, Museum situs kepurbakalaan Banten juga melayani kegiatan kerjasama di Bidang penelitian, pendidikan, pameran, pemanduan dan kegiatan lain yang bersifat edukatif. Permohonan izin dan kerjasama dapat diajukan ke Kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten.

Menuju Lokasi Museum Situs Kepurbakalaan Banten

Museum ini terletak di desa Banten, Kecamatan Kasemen kota Serang, Provinsi Banten, kurang lebih sekitar 12 Km dari Ibu Kota Provinsi Banten Serang. Untuk menuju Museum Situs Kepurbakalaan Banten ini, anda bisa mencapainya dengan menggunakan kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4. Anda juga bisa menjangkaunya dengan menggunakan kendaraan umum angkutan kota jurusan karangmantu dari terminal pakupatan, Serang.

Jadwal Kunjungan

Anda dapat mengunjungi museum situs kepurbakalaan banten pada hari Senin – Jumat pada jam 08.00 – 16.00 WIB, Museum ini tutup pada hari libur dan hari besar Nasional.

Demikian ulasan tentang museum situs kepurbakalaan Banten, semoga dapat menambah wawasan bagi anda yang tertarik dalam mempelajari sejarah dan arkeologi.